Minggu, 26 Agustus 2012

PENYERTAAN WARTAWAN DALAM LATIHAN PUNCAK TNI AD


Pada tahun ini TNI Angkatan Darat mengadakan latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade TNI AD.  Latihan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus sampai dengan 4 September 2012 di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja Sumatera Selatan. Latihan terbesar selama 20 tahun terakhir ini mengambil tema “Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi Militer untuk perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”.

Pada kesempatan latihan puncak TNI AD yang melibatkan satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur,  Satuan Teritorial dan satuan Bantuan Administrasi ini, mengikutsertakan wartawan (Embedded Journalist), diharapkan wartawan dapat melihat dan meliput secara langsung kegiatan latihan ini,  yang selanjutnya untuk dipublikasikan melalui medianya sehingga masyarakat bisa mengikuti jalannya latihan, sebagai pertangungjawaban moral kepada masyarakat.  Embedded Media ini merupakan suatu hal yang baru di lingkungan TNI Angkatan Darat dan mempunyai nilai yang positif bagi TNI Angkatan Darat maupun wartawan sendiri sehingga perlu diwadahi dalam doktrin dan diujicobakan dalam Latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade tahun 2012.   
 
Wartawan akan diikutkan selama perjalanan taktis mulai dari Tanjungpriok sampai dengan acara puncak latihan. Kegiatan wartawan dalam peliputan  akan didampingi oleh perwira dari Satuan Tugas Penerangan (Satgaspen) sehingga wartawan dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi latihan untuk kepentingan publikasi. Embedded Media yang ikut dalam kegiatan latihan ada 6 media TV dan 2 media cetak yaitu : Metro TV, TV One, MNC TV, Global TV, Trans TV, dan Trans 7. Sedangkan dari media cetak yaitu Majalah Gatra dan Harian Umum Pelita.

Mereka diberangkatkan dari Kolinlamil Tanjungpriok menggunakan KRI Teluk Menado untuk bergabung dengan pasukan yang akan berangkat ke daerah latihan, Minggu (26/8)

Untuk mendukung kepentingan publikasi Dispenad menyiapkan peralatan lapangan berupa mobil unit untuk melayani keperluan wartawan seperti internet, editing video, sehingga dapat memudahkan wartawan untuk mengirimkan hasil liputannya kepada medianya masing-masing. (Dispenad).


PERSONEL LATANCAB RESMI DILEPAS DI TANJUNG PRIOK


Ratusan personel TNI AD dan embedded media yang terlibat dalam latihan antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012 telah diberangkatkan dari pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok menuju pelabuhan Teluk Panjang, Lampung, Sumatera Selatan pada pukul 11.00 WIB dengan menggunakan Kapal KRI Manado 537 dan Kapal KRI Amboina 503, Minggu (26/08).

Sebelum keberangkatan terlebih dahulu dilakukan upacara pelepasan para pelaku Latancab dipimpin langsung oleh Kepala staf Kodam Jaya Brigjen TNI Edi Susanto sejumlah pejabat Kodam Jaya diantaranya para Asisten Kasdam Jaya dan para kabalakpus lainnya.

Satuan yang ikut dalam pemberangkatan ini yaitu satu Kompi dari Batalyon mekanis 201/ Jayakarta, kurang lebih satu pleton dari Batalyon Pernika dan satuan tugas  penerangan dengan mengikutsertakan 7 wartawan dari media elektronik dan media cetak. Dalam latihan Ancab tahun 2012 ini 16 ranpur Anoa ikut dalam pendukung latuhan tersebut yang dipusatkan di Baturaja, Lampung, Sumatera Selatan.

Latihan antar kecabangan tahun ini adalah latihan yang pertama kali dilakukan pada tingkat brigade yang digelar oleh TNI AD. Latihan ini diharapkan untuk  meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Latihan tingkat brigade ini dipusatkan di Daerah Baturaja Sematera Selatan dengan melibatkan beberapa Batalyon Infanteri diantaranya  509/9/2 Kostrad, Batalyon Infanteri 514/R/2 Kostrad, Batalyon Infanteri 501/18/Kostrad dengan didukung oleh sejumlah perkuatan lainnya separti  Batalyon perhubungan, Batalyon mekanis, Satgaspen, Satuan Arhanud dan  satuan Armed serta satauan pendukung lainnya.

Menurut rencana perjalan taktis ini akan sampai ke pelabuhan Teluk Panjang pada hari Senin (27/8) untuk bergabung dengan pasukan induk Brigif 9/Kostrad yang terlebih dahulu berangkat dari Tanjung Perak Surabaya pada tanggal Jumaat (24/8). Kemudian di Pelabuhan Panjang akan debarkasi untuk persiapan bergerak secara taktis menuju tempat latihan selanjutnya. (Satgaspen)


     

Kamis, 23 Agustus 2012

PELATIH PENENTU KEBERHASILAN LATIHAN


Keberhasilan suatu latihan sangat ditentukan oleh pelatih. Sehingga seluruh pelatih yang tergabung dalam latihan antar kecabangan tingkat Brigade harus melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggungjawab.

Demikian arahan Dankodiklat Letjen TNI Gatot Nurmantyo kepada Koordinator umum, para pelatih dan penilai serta penyelenggara Latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade Tahun Anggaran 2012 di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja  Sumatera Selatan.

Lebih lanjut Gatot menyatakan bahwa Latihan ini merupakan latihan yang besar, rumit dan memerlukan koordinasi yang ketat, serta menggunakan peluru tajam sehingga semua kegiatan harus direncanakan dan dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya, serta membutuhkan kedisiplinan dan dilakukan secara benar.  Latihan antar kecabangan ini menurutnya sebagai wujud pertanggungjawaban TNI AD kepada seluruh rakyat Indonesia atas anggaran yang digunakan.

Latihan Antar Kecabangan tingkat Brigade yang melibatkan sekitar 4.500 personel ini rencananya akan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, petinggi TNI beserta para tamu undangan pada tanggal 3 September 2012 mendatang. Tema latihan merupakan operasi militer perang untuk menghadapi musuh dari Negara luar, yakni : Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi militer perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selesai memberikan arahan Dankodiklat berserta para Komandan Pusat Kesenjataan dan para Direktur Pembina Kecabangan TNI AD bersama-sama pelaku meninjau langsung medan latihan untuk mengecek kesiapan serta meyakinkan medan latihan yang akan digunakan para pelaku nantinya. (Dispenad)


Rabu, 08 Agustus 2012

GELADI POSKO II BRIGIF 9/2/KOSTRAD DIBUKA



Guna mengantisipasi ancaman yang mungkin dihadapi oleh NKRI dan untuk mewujudkan kesiapan operasional satuan dan prajurit TNI AD yang berkualitas, TNI AD saat ini sedang fokus dan gencar melaksanakan berbagai kegiatan latihan.  Bila pada tahun-tahun sebelumnya hanya sebatas pada latihan tingkat Batalyon, maka seiring dengan  terjadinya peningkatan dukungan Anggaran  TNI AD pada TA. 2012 dibidang latihan, maka mulai tahun 2012 ditingkatkan menjadi latihan tingkat Brigade khususnya, latihan antar Kecabangan. Salah satu bentuk kegiatan latihan yang sedang dilaksanakan saat ini adalah dengan metode Geladi Posko II.  

Seperti pelaksanaan Geladi Posko II Brigade Infanteri 9/2 Kostrad TA. 2012, yang dibuka pada Rabu (8/8/2012) bertempat di Ds. Sukorejo Kec. Asembagus Situbondo - Jawa Timur. Pembukaan Geladi Posko II ditandai dengan pembukaan oleh Direktur Geladi dan diawali dengan pemberian Perintah Operasi (PO) Panglima Divisi 2 / Kostrad selaku Pangkogasgabrat, yang diwakili Kasdiv 2/Kostrad Brigjen TNI Anas Alwi kepada Komandan Brigade Tim Pertempuran (BTP) 9/2/Kostrad serta dilanjutkan dengan langkah-langkah prosedur hubungan komando dan staf Brigade.

Kegiatan latihan Geladi Posko II ini merupakan salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan untuk melatih Komandan dan Staf serta unsur pelayan Markas satuan dalam melaksanakan teknik, prosedur dan tata cara kerja yang berlaku di suatu Markas Komando serta menguji efektifitas fasilitas di Markas Komando Satuan.

Melalui Geladi Posko ini diharapkan akan mampu mewujudkan sinergitas antar kecabangan yang ada di lingkungan TNI AD dalam melaksanakan manuver tingkat Brigade sekaligus sebagai sarana pematangan menuju latihan antar kecabangan tingkat Brigade yang akan dilaksanakan pada awal bulan September 2012 di Baturaja Sumatera selatan.

Adapun materi yang dikembangkan dalam Geladi Posko II ini adalah Prosedur hubungan Komando dan staf, Komando dan pengendali operasi, Perkiraan cepat, Hukum HAM dan Humaniter, Pengendali operasi Bantuan, Manuver Mobud, dan Dukungan bekal operasi.

Geladi Posko II kali ini mengangkat tema Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi militer perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebanyak 341 pelaku dilibatkan dalam Geladi ini, yang terdiri dari Komandan dan staf Brigif 9/2/K, Komandan dan staf Denma Brigade berikut unsur satuan pelayanan Brigade serta para Komandan Batalyon, Komandan Kompi, Komandan Peleton satuan manuver dan satuan perkuatan.

Baik penyelenggara maupun pelaku Geladi Posko II tampak sangat antusias dan serius mengikuti seluruh rangkaian Geladi Posko yang berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 8 s.d 10 Agustus 2012.(Dispenad)

Berita terkait :
 


Minggu, 05 Agustus 2012

DINAMIKA OPERASI MENUMPAS MUSUH PADA GLAPOS I SUKSES


Dinamika simulasi antar kecabangan yang ada dalam skenario operasi menggempur musuh mengakhiri pelaksanaan kegiatan gelada posko I antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012, di Mabrigif 9/Kostrad jember jatim, jumat (3/8). Dalam dinamika tersebut  satuan yang terlibat dalam medan tempur  bekerjasama pada tingkat Brigade, tingkat Batalyon Infanteri, Batalyon Infanteri Lintas Udara dan  Batalyon Armed (Pakorbantem  Brigade), serta perkuatan lain seperti Satgaspen, Pernika dan Ki Makanis berhasil menumpas musuh secara sukses. 

Dalam menumpas musuh pada kegiatan dinamika dalam gladi posko I  terlihat terciptanya kerjasama, bagaimana  mengatasi rintangan, mengevakuasi korban yang kena ranjau musuh hingga terus menggepur musuh baik dari pasukan Infanteri, Kavaleri, Zipur dan satuan lainnya.  Setelah sasaran direbut lalu kemudian satuan perkuatan lainnya melakukan tugasnya masing-masing. Satgaspen misalnya pada akhir dinamika atau setelah sasaran direbut,   melakukan konfrensi Perss dengan berbagai media yang ada untuk  menyampaikan hasil-hasil yang telah dicapai selama dalam babak serangan. 

Pelaksanaan   dinamika terlihat kerjasama  dan koordinasi antar satuan dan  kecabangan di TNI AD telah bersinergi dalam bergerak maju menuju sasaran musuh.  Saling koordinasi antar komandan sangat kental mewarnai kegiatan  dinamika tersebut. Penekanan koordinasi dititkbertakan sebab jika salah perintah dan kurang cermat dalam mendeteksi kemampuan musuh dan keberadaan musuh akan dapat berakibat fatal.

Oleh sebab itu, dalam gladi Posko I antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012 ditekankan   pada penguasaan dan mahir melaksanakan prosedur hubungan  komando dan staf tingkat Brigade. Kemudian para pelaku harus dapat menguasai dan mahir melaksanakan pengendalian operasi tingkat Brigade dalam pola OMP (Operasi Militer Perang).

Penguasaan lainnya yang tak kalah pentingnya dalam Gladi Posko I antar Kecabangan  adalah harus mampu dan mahir dalam aplikasi perkiraan cepat tentang  kekuatan dan keberadaan musuh.  Sebab apabila perkiraan mendekteksi musuh dan kekuatannya  tidak sesuai dengan fakta  maka akan dapat berakibat fatal dan akan berdampak pada pasukan sendiri. Disini intelejensia Komandan sangat memegang peran penting dalam membuat keputusan. 

Dalam latihan ini juga para pelaku Gladi Posko I harus dapat menguasai dan mahir dalam prosedur taktis dan administrasi dalam pertempuran. Penguasaan taktis  bagi seorang prajurit merupakan keharusan karena sangat menentukan  dalam memformulasikan dan menempatkan  seberapa banyak  satuan yang dikerahkan jika menghadapi kekuatan musuh yang sudah diketahui  secara pasti.

Direktur Latihan Gladi Posko I Brigadir Jenderal TNI Priadi Irianto pada akhir kegiatan melakukan evaluasi khusus kepada Komandan BTP dan perkuatannya. Dalam evaluasi singkatnya beliau menuturkan bahwa berbagai kelemahan  yang terjadi selama pelaksanaan Gladi Posko I antar kecabangan tingkat Brigade tahun 2012 agar dapat dijadikan bahan penyempurnaan dalam   pelaksanaan gladi selanjutnya. Demikian evaluasi  secara singkat yang dituturkan sambil tersenyum tipis kepada pelaku gladi posko I sambil berdiri untuk menyalami para pelaku   Glapos I antar kecabangan tingkat Brigade 2012.

Setelah pelaksanaan Gladi Posko I di Mabrigif 9/Kostrad,  para pelaku segera bersiap-siap  untuk bergerak ke Asem Bagus, Puslatpur  AL, Situbondo Jatim untuk melaksanakan Gladi Posko II. Dalam gladi Posko II nanti tidak ada persoalan yang ditimbulkan sebagaimana pada Glapos I tapi  dititik beratkan pada kegiatan  pemindahan posko pasukan  yang tadinya berada di belakang dipindahkan pada tempat yang aman setelah sasaran direbut.  (Dispenad)        

Berita Terkait :

  

Kamis, 02 Agustus 2012

DAN KODIKLAT TINJAU GLADI POSKO I DI BRIGIF 9/KOSTRAD



           Gladi Posko I Latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade Tahun 2012 yang sudah  memasuki hari ke tiga  di Mabrigif 9/2 Kostrad Jember Jawa Timur   ditinjau langsung  oleh Komandan Kodiklat Letjen TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kaskostrad Mayjen TNI Hari Purdianto dan Panglima Divisi Infanteri 2  Kostrad Mayjen TNI Ridwan, pada  Rabu (1/8).

            Peninjauan Gladi posko I bertepatan dengan paparan staf tentang perkiraan musuh di daerah operasi, pentahapan operasi, kesiapan personel, kebutuhan logistik dan konsep  operasi teritorial.  Kesiapan ini   dilakukan untuk mendukung  latihan Antar Kecabangan tingkat Brigade yang menurut rencana akan dimulai pada  akhir Agustus hingga awal September tahun 2012 di daerah Pusat Latihan TNI AD di Batu Raja Sumatera Selatan.

     Dankodiklat dalam kunjungannya menyaksikan langsung paparan KIR  Brigade  Tim  Pertempuran (BTP) tentang sejauh mana kesiapan yang telah dilakukan dalam latihan Gladi Posko  I tersebut. Kemudian peninjaun juga dilakukan kepada posko-posko Batalyon  yang terlibat dalam Gladi posko I  sekaligus memberi  arahan dan masukan dalam penyempurnaan pelaksanaan gladi yang sedang dilaksanakan yang rencananya akan ditutup pada hari Jumat (3/8) mendatang.   Pada kesempatan itu juga, Dankodiklat berkesempatan memberikan pengarahan  kepada pelaku perkuatan  yang terdiri dari Satgaspen, Kompi Makanis, Kompi Kaveleri, Kompi Pernika dan Kompi perkuatan lainnya.

 Kepada pelaku, Dankodiklat menekankan agar latihan ini dapat diaplikasikan dilapangan sehingga menghasilkan prajurit yang profesional sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya. Melalui Latihan  Gladi Posko I antar kecabangan ini, diharapkan  akan tercipta hubungan kerja dan mekanisme kerja yang efektif   dalam menunjang tugas pokok.   

            Diakhir kunjungan Dankodiklat  melakukan briefing pelaku kepada peserta Gladi posko II. Menurut rencana Gladi Posko II akan dilaksanakan di Asam Bagus, Puslatpur AL, Situbondo, Jatim. Latihan Galdi Posko II tersebut  rencananya akan berlangsung  selama tiga hari dari  tanggal 8 Agustus hingga 10 Agustus 2012.(Dispenad)

Berita terkait :

           

GLAPOS I TINGKAT BRIGADE RESMI DIBUKA



Gladi Posko  (Glapos) I antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012 resmi dibuka oleh Pangdiv 2 Kostrad Mayjen TNI Ridwan selaku Pangkogasgabrat pada Senin (30/7) di Mako Brigif 9 Jember Jawa Timur. Glapos I ini merupakan kegiatan latihan awal dari rangkaian Latihan Antar kecabangan tingkat Brigade tahun 2012.   Geladi Posko I ini diawali  dengan pemberian Perintah Operasi oleh Pangkogasgabrat kepada sejumlah Dansatgas lainnya untuk melakukan latihan selama seminggu lamanya.

Tujuan latihan tersebut diharapkan agar pasukan Tingkat Brigade dapat menguasai dan mahir melaksanakan prosedur hubungan komando dan staf  tingkat Brigade. Latihan ini juga diharapkan agar dapat menguasai dan mahir menyusun perencanaan berbagai jenis operasi taktis  dan olah Yudha   taktik tingkat Brigade.

Sasaran utamanya yang diharapkan agar dapat meningkatkan kemampuan unsur Komandan dan Staf dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan Kodalops agar dapat terwujud  kesiapan operasional  tingkat Brigif dari aspek personel, materiil dan piranti lunak. Galpos I diikuti sekitar ratusan prajurit TNI Angkatan Darat dalam memantapkan kerjasama secara bersinergi.

Selama latihan galadi posko I  para prajurit   terus menerus diberikan sejumlah persoalan agar dapat diatasi dan memberi solusi atas sejumlah persoalan yang dihadapi. Selain itu, juga diuji kemampuan perorangan dan kelompok yang akan dapat   melahirkan sosok prajurit TNI AD yang dapat bekerjasama dengan baik.

Gladi posko ini merupakan tempat penggemblengan para parajurit TNI  Angkatan Darat  untuk meningkatkan profesionalisme parajurit. Karena tidak ada prajurit yang profesional tanpa didukung latihan yang memadai. Hanya dengan latihan secara bertingkat dan berlanjut maka prajurit TNI akan menjadi   prajurit yang dapat diandalakan untuk menjaga setiap jengkap tanah republik ini. (Dispenad)
Berita terkait :


LATIHAN ANCAB TINGKAT BRIGADE TA.2012

TNI Angkatan Darat akan melaksanakan latihan antar kecabangan yang akan dilaksanakan di Puslatpur TNI AD di baturaja Sumsel pada tanggal 26 Agustus – 14 September 2012 yang merupakan latihan puncak dilingkungan TNI AD dan pelaksanaannya dikemas dalam bentuk Brigade Tim Pertempuran guna mewadahi kerjasama antar kecabangan meliputi Satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur Satuan Teritorial dan satuan Bantuan Administrasi.

Tujuan pelaksanaan latihan untuk meningkatkan kemampuan tempur tingkat perorangan sampai dengan kerjasama antar satuan dalam wadah Brigade Tim Pertempuran melalui penyelanggaraan operasi tempur yang didukung operasi Sandi Yudha, Operasi Intelejen dan Operasi Teritorial.

Sebanyak 3.186 personil akan terlibat dalam latihan antar kecabangan ini satuan – satuan yang terlibat dalam latihan ini adalah Mabrig linud – 18/2/Kostrad Yonif Linud, Yonif L-501/18/2/Kostrad, Yonif L-509/9/2/Kostrad, Yonif L-514/R/9/2/Kostrad, 1 Ki Yonif 201 Mekanis/ Dam Jaya, 2 Tim Sandha Kopassus, Yon Armed 12/1/2/Kostrad, 1 Rai Arhanud -2/2/Kostrad, 1 Ki Kav 8/2/Kostrad, 1 Ki Zipur – 10/2/Kostrad. 1 Ki (-) Pernika Yon Hub Dithubad. 1 Ki Bekang 2/2Kostrad, 1 ton (+) Ki POM Divif 2/Kostrad, 1 Ki Denpal Divif 2/Kostrad. Den Penerbad, Satgas Intel Kodam II/SWJ, Satgas Ter Kodim 0403/Oku, satgas Pen Dispenad.

Tema yang ditampilkan pada pelaksanaan latihan ini adalah “Brigade TIM Pertempuran melaksanakan Operasi Militer Perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”.(Dispenad)