Minggu, 05 Agustus 2012

DINAMIKA OPERASI MENUMPAS MUSUH PADA GLAPOS I SUKSES


Dinamika simulasi antar kecabangan yang ada dalam skenario operasi menggempur musuh mengakhiri pelaksanaan kegiatan gelada posko I antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012, di Mabrigif 9/Kostrad jember jatim, jumat (3/8). Dalam dinamika tersebut  satuan yang terlibat dalam medan tempur  bekerjasama pada tingkat Brigade, tingkat Batalyon Infanteri, Batalyon Infanteri Lintas Udara dan  Batalyon Armed (Pakorbantem  Brigade), serta perkuatan lain seperti Satgaspen, Pernika dan Ki Makanis berhasil menumpas musuh secara sukses. 

Dalam menumpas musuh pada kegiatan dinamika dalam gladi posko I  terlihat terciptanya kerjasama, bagaimana  mengatasi rintangan, mengevakuasi korban yang kena ranjau musuh hingga terus menggepur musuh baik dari pasukan Infanteri, Kavaleri, Zipur dan satuan lainnya.  Setelah sasaran direbut lalu kemudian satuan perkuatan lainnya melakukan tugasnya masing-masing. Satgaspen misalnya pada akhir dinamika atau setelah sasaran direbut,   melakukan konfrensi Perss dengan berbagai media yang ada untuk  menyampaikan hasil-hasil yang telah dicapai selama dalam babak serangan. 

Pelaksanaan   dinamika terlihat kerjasama  dan koordinasi antar satuan dan  kecabangan di TNI AD telah bersinergi dalam bergerak maju menuju sasaran musuh.  Saling koordinasi antar komandan sangat kental mewarnai kegiatan  dinamika tersebut. Penekanan koordinasi dititkbertakan sebab jika salah perintah dan kurang cermat dalam mendeteksi kemampuan musuh dan keberadaan musuh akan dapat berakibat fatal.

Oleh sebab itu, dalam gladi Posko I antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012 ditekankan   pada penguasaan dan mahir melaksanakan prosedur hubungan  komando dan staf tingkat Brigade. Kemudian para pelaku harus dapat menguasai dan mahir melaksanakan pengendalian operasi tingkat Brigade dalam pola OMP (Operasi Militer Perang).

Penguasaan lainnya yang tak kalah pentingnya dalam Gladi Posko I antar Kecabangan  adalah harus mampu dan mahir dalam aplikasi perkiraan cepat tentang  kekuatan dan keberadaan musuh.  Sebab apabila perkiraan mendekteksi musuh dan kekuatannya  tidak sesuai dengan fakta  maka akan dapat berakibat fatal dan akan berdampak pada pasukan sendiri. Disini intelejensia Komandan sangat memegang peran penting dalam membuat keputusan. 

Dalam latihan ini juga para pelaku Gladi Posko I harus dapat menguasai dan mahir dalam prosedur taktis dan administrasi dalam pertempuran. Penguasaan taktis  bagi seorang prajurit merupakan keharusan karena sangat menentukan  dalam memformulasikan dan menempatkan  seberapa banyak  satuan yang dikerahkan jika menghadapi kekuatan musuh yang sudah diketahui  secara pasti.

Direktur Latihan Gladi Posko I Brigadir Jenderal TNI Priadi Irianto pada akhir kegiatan melakukan evaluasi khusus kepada Komandan BTP dan perkuatannya. Dalam evaluasi singkatnya beliau menuturkan bahwa berbagai kelemahan  yang terjadi selama pelaksanaan Gladi Posko I antar kecabangan tingkat Brigade tahun 2012 agar dapat dijadikan bahan penyempurnaan dalam   pelaksanaan gladi selanjutnya. Demikian evaluasi  secara singkat yang dituturkan sambil tersenyum tipis kepada pelaku gladi posko I sambil berdiri untuk menyalami para pelaku   Glapos I antar kecabangan tingkat Brigade 2012.

Setelah pelaksanaan Gladi Posko I di Mabrigif 9/Kostrad,  para pelaku segera bersiap-siap  untuk bergerak ke Asem Bagus, Puslatpur  AL, Situbondo Jatim untuk melaksanakan Gladi Posko II. Dalam gladi Posko II nanti tidak ada persoalan yang ditimbulkan sebagaimana pada Glapos I tapi  dititik beratkan pada kegiatan  pemindahan posko pasukan  yang tadinya berada di belakang dipindahkan pada tempat yang aman setelah sasaran direbut.  (Dispenad)        

Berita Terkait :

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar