Kamis, 30 Agustus 2012

PENGGABUNGAN LINUD 501 DENGAN BTP 9/2 KOSTRAD


Batalyon Lintas Udara (Linud) 501 melakukan penggabungan dengan Brigade Tim Pertempuran (BTP) 9/2 Kostrad di Way Tuba Lampung Utara pada pukul 10.00 Wib setelah pasukan Linud 501 menguasai Lanudad Gatot Subroto yang sebelumnya dikuasai oleh musuh, Kamis (30/08).
Proses penggabungan diawali dengan penjemputan yang dilakukan oleh satu pleton dari Batalyon Linud 501 di koordinat yang telah ditentukan sebelumnya dengan Pleton Pelopor dari BTP 9/2 Kostrad.
Selama perjalanan pleton penjemput tersebut melakukan pergerakan taktis untuk mengantisipasi apabila ditengah perjalanan terjadi penghadangan dari pihak musuh.Sesampainya di koordinat yang telah ditentukan, pleton penjumput melakukan kontak melalui pesawat radio untuk menanyakan posisi dan tanda taktis pleton yang akan dijemput. Setelah tanda taktis dari peleton yang akan dijemput terlihat, kemudian pleton penjemput memberi isyarat berupa sandi untuk memastikan bahwa pleton yang dijemput tesebut adalah pasukan kawan.
Setelah terjadi kontak fisik antara kedua pleton tersebut, kemudian komandan pleton (Danton) Pelopor melaporkan kepada komandan Batalyon yang berada di Komando Taktik (Kotis) melalui pesawat radio bahwa mereka telah bertemu dan bergabung dengan pleton penjemput dari Batalyon Linud 501. Selanjutnya terjadilah penggabungan pasukan dan komando diambil alih oleh komandan BTP.
Komandan BTP memerintahkan pasukannya untuk bergerak maju mengikuti pleton penjemput melalui rute yang sudah di bersihkan oleh pasukan penjemput sebelumnya menuju Lanudad Gatot Subroto, dimana Batalyon 501 sudah menanti di Lanudad yang selanjutnya akan melakukan pergerakan bersama menuju sasaran dalam rangka Latihan Antar Kecabangan (Ancab) tingkat Brigade. (Satgaspen)
Berita Terkait :

Senin, 27 Agustus 2012

KELOMPOK DEPAN OPERASI LINUD MELAKUKAN INFILTRASI


Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) yang terdiri dari Tim Pengendali Pangkalan dari Batalyon 464 Paskhas dan Tim Keamanan dari Brigif 18 Kostrad melakukan penyusupan dengan cara infiltrasi ke daerah musuh melalui penerjunan malam hari agar tidak diketahui oleh pihak musuh di daerah Sidodadi, Baturaja pada pukul 21.00 (27/8).  

Tugas KDOL melaksanakan penyiapan depan untuk penerjunan satuan Linud (Lintas Udara) sehingga saat penerjunan pasukan Linud dari Batalyon 501/18 Kostrad tidak menemukan hambatan.  Tugas lainnya melaporkan situasi cuaca, medan dan musuh serta mengendalikan pesawat yang akan menerjunkan satuan Linud ke titik berkumpul dan memandu dalam rangka pembentukan rencana taktis darat. Menurut rencana Batalyon 501 akan diterjunkan di daerah latihan untuk merebut sasaran.

KDOL menerjunkan 29 personel dari Batalyon 464 Paskhas yang dipimpin oleh Lettu PSK Ridwan dan Brigif 18 yang dipimpin oleh Letda Inf Putra Wardani.

Demikian rangkaian kegiatan Latihan Antar Kecabangan tingkat Brigade TNI AD yang saat ini sedang dilaksanakan. Latihan berlangsung pada tanggal 26 Agustus sampai dengan 4 September 2012 di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja Sumatera Selatan. Latihan terbesar selama 20 tahun terakhir ini mengambil tema “Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi Militer untuk perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”. (Dispenad)

Berita Terkait :

LATIHAN ANCAB TNI AD DIAWALI DENGAN BAKTI SOSIAL



Rangkaian kegiatan Latihan antar kecabangan TNI AD tingkat Brigade yang dilaksanakan baru pertama kali ini diawali dengan kegiatan Pembinaan Teritorial yang dilaksanakan di lapangan saburai Jl Majapahit Bandar Lampung, Sumatera Selatan, Senin (27/08).

Kepala Staf Korem 041 Letnan Kolonel Arm SDM Tampubolon memimpin langsung kegiatan karya bakti bersama dengan Komandan Batalyon Infanteri 514 Raider / Kostrad yang menerjunkan 601 personilnya. Ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan teritorial terbatas (bintertas) sebagai wujud Kemanunggalan TNI  Angkatan Darat dengan rakyat.

Dalam kegiatan karya bhakti ini diikuti siswa dari SMKN 4 Bandar Lampung, Pramuka dan para warga yang ada disekitar lapangan Saburai dimana mereka sangat berantusias melaksanakan karya bhakti bersama para Prajurit TNI.

Kegiatan karya bakti ini meliputi pembersihan wilayah sekitar Lapangan Saburai, Pengecatan Pagar Lapangan Saburai dan Pembersihan serta pengecatan Masjid Al Muttaqin Saburai Bandar Lampung.

Sebagai seorang Prajurit yang juga berasal dari rakyat dan untuk rakyat maka sudah sepatutnya lebih dekat dan membina hubungan yang baik dengan rakyat agar terciptanya kehidupan yang harmonis dalam mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Komandan BTP Letnan Kolonel Inf Suparlan Purwo Utomo dalam arahannya menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan latihan ini, selain melaksanakan operasi tempur yang akan dilaksanakan diwilayah Baturaja yang telah dikepung oleh musuh selain itu juga melaksanakan operasi lintas udara dari Yonif Linud 501 serta serangan dan pertahanan  yang akan dilakukan oleh tim BTP,  dengan mengunakan Alutsista yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.  (Satgaspen)


Minggu, 26 Agustus 2012

BRIGIF 9 KOSTRAD MELAKUKAN SERANGAN DI WILAYAH SUMATERA YANG DIKUASAI NEGASOR



Brigif 9 Divisi 2 Kostrad yang berkedudukan di Jawa Timur bergerak menuju wilayah Baturaja Sumatera Selatan yang berhasil dikuasai pasukan negasor. Musuh atau negasor dari wilayah Utara Laut Cina Selatan yang  telah berhasil masuk di wilayah NKRI khususnya di Pulau Sumatera dan menempatkan pasukannya di beberapa wilayah mulai dari Lampung, Palembang dan Baturaja. Kekuatan musuh yang berada di Baturaja di perkirakan 1 Batalyon Plus.

Brigif 9 bergerak menggunakan KRI Angkatan Laut untuk menumpas musuh yang masuk ke wilayah NKRI dari Tanjung Perak Surabaya   menuju ke pelabuhan Teluk Panjang. KRI yang mengangkut pasukan Brigif 9 yaitu KRI Teluk Parigi 539, KRI Teluk Lampung 540, KRI Tanjung Kambani 971, KRI Banjarmasin 592, KRI Teluk Ambonia 503, dan KRI Teluk Mewnado 537.
Selain gerakan pasukan melalui laut dan darat Brigif juga menggerakan Batalyon Linud 501/18/2 dengan menerjunkan pasukan untuk melakukan infiltrasi ke daerah musuh.

Setelah mendarat di Teluk Panjang pasukan bergerak taktis menggunakan jalur darat menuju lokasi yang sudah diduduki musuh. Selama perjalanan pasukan mendapat gangguan baik serangan maupun ranjau dari pihak musuh. Serangan dapat diatasi oleh pasukan Brigif 9 dan terus bergerak menuju lokasi musuh. Sedangkan gangguan ranjau dapat diatasi oleh Zeni Tempur (Zipur)-10/2 Kostrad.

Setelah mendekat ke daerah sasaran Pasukan infanteri terus bergerak dilindungi oleh Batalyon Armed 12/1/2 Kostrad dengan melakukan tembakan jarak jauh menggunakan Meriam 105 mm ke arah musuh.

Demikian juga Kavaleri 8/2 Kostrad, Arhanud (Pertahanan Artileri Udara) -2/2 Kostrad, dan Penerbad (Penerbangan Angkatan Darat) melakukan bantuan tempur dengan tembakan dari darat dan udara.

Dengan adanya serangan yang melihatkan kecabangan yang ada di TNI AD, musuh dapat dihancurkan. Setelah sasaran dapat direbut, dilanjutkan  dengan Operasi Mobil Udara  dengan  menggunakan sejumlah helikopter untuk melakukan pengejaran terhadap musuh yang tercecer.    

Demikian skenario Latihan Antar Kecabangan TNI AD 2012 di daerah Baturaja Sumatera.   Pada tahun ini TNI Angkatan Darat akan mengadakan latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade TNI AD.  Latihan akan dilaksanakan 26 Agustus sampai dengan 4 September di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja Sumatera Selatan.

Latihan terbesar selama 20 tahun terakhir ini mengambil tema “Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi Militer untuk perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”. Prajurit yang akan dilibatkan dalam kegiatan latihan sebanyak 6000 personel dengan menggunakan Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) yang akan dicoba dalam medan yang sesungguhnnya.

Satuan yang terlibat dalam latihan Brigif 9 Kostrad yang berkedudukan di Malang dengan melibatkan kecabangan Kompi Mekanis Yonif 201 Kodam Jaya, Kavaleri 8/2 Kostrad, Batalyon Armed 12/1/2 Kostrad, Batalyon Arhanud -2/2 Kostrad, Batalyon Zipr-10/2 Kostrad, Kompi Pernika Batalyon Perhubungan, Kompi Perbekalan dan Angkutan -2/2 Kostrad, Kompi Batalyon Kesehatan 2/2 Kostrad, Peleton Polisi Militer  Divisi Infanteri 2 Kostrad, Kompi Detasemen Peralatan Divisi Infanteri 2 Kostrad, Detasemen Penerbangan TNI Angkatan Darat, Satuan tugas penerangan Dispenad, Direktorat hukum Angkatan Darat.

Adapun tujuan latihan meningkatkan kemampuan tempur perorangan menuju terciptanya kerjasama antar kecabangan dalam Brigade Tim Pertempuran (BTP)  serta menyelenggarakan Operasi tempur yang didukung operasi Sandi Yudha Intelijen dan Teritorial. (Dispenad)




PENYERTAAN WARTAWAN DALAM LATIHAN PUNCAK TNI AD


Pada tahun ini TNI Angkatan Darat mengadakan latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade TNI AD.  Latihan dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus sampai dengan 4 September 2012 di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja Sumatera Selatan. Latihan terbesar selama 20 tahun terakhir ini mengambil tema “Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi Militer untuk perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”.

Pada kesempatan latihan puncak TNI AD yang melibatkan satuan Tempur, Satuan Bantuan Tempur,  Satuan Teritorial dan satuan Bantuan Administrasi ini, mengikutsertakan wartawan (Embedded Journalist), diharapkan wartawan dapat melihat dan meliput secara langsung kegiatan latihan ini,  yang selanjutnya untuk dipublikasikan melalui medianya sehingga masyarakat bisa mengikuti jalannya latihan, sebagai pertangungjawaban moral kepada masyarakat.  Embedded Media ini merupakan suatu hal yang baru di lingkungan TNI Angkatan Darat dan mempunyai nilai yang positif bagi TNI Angkatan Darat maupun wartawan sendiri sehingga perlu diwadahi dalam doktrin dan diujicobakan dalam Latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade tahun 2012.   
 
Wartawan akan diikutkan selama perjalanan taktis mulai dari Tanjungpriok sampai dengan acara puncak latihan. Kegiatan wartawan dalam peliputan  akan didampingi oleh perwira dari Satuan Tugas Penerangan (Satgaspen) sehingga wartawan dapat mengumpulkan sebanyak mungkin informasi latihan untuk kepentingan publikasi. Embedded Media yang ikut dalam kegiatan latihan ada 6 media TV dan 2 media cetak yaitu : Metro TV, TV One, MNC TV, Global TV, Trans TV, dan Trans 7. Sedangkan dari media cetak yaitu Majalah Gatra dan Harian Umum Pelita.

Mereka diberangkatkan dari Kolinlamil Tanjungpriok menggunakan KRI Teluk Menado untuk bergabung dengan pasukan yang akan berangkat ke daerah latihan, Minggu (26/8)

Untuk mendukung kepentingan publikasi Dispenad menyiapkan peralatan lapangan berupa mobil unit untuk melayani keperluan wartawan seperti internet, editing video, sehingga dapat memudahkan wartawan untuk mengirimkan hasil liputannya kepada medianya masing-masing. (Dispenad).


PERSONEL LATANCAB RESMI DILEPAS DI TANJUNG PRIOK


Ratusan personel TNI AD dan embedded media yang terlibat dalam latihan antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012 telah diberangkatkan dari pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok menuju pelabuhan Teluk Panjang, Lampung, Sumatera Selatan pada pukul 11.00 WIB dengan menggunakan Kapal KRI Manado 537 dan Kapal KRI Amboina 503, Minggu (26/08).

Sebelum keberangkatan terlebih dahulu dilakukan upacara pelepasan para pelaku Latancab dipimpin langsung oleh Kepala staf Kodam Jaya Brigjen TNI Edi Susanto sejumlah pejabat Kodam Jaya diantaranya para Asisten Kasdam Jaya dan para kabalakpus lainnya.

Satuan yang ikut dalam pemberangkatan ini yaitu satu Kompi dari Batalyon mekanis 201/ Jayakarta, kurang lebih satu pleton dari Batalyon Pernika dan satuan tugas  penerangan dengan mengikutsertakan 7 wartawan dari media elektronik dan media cetak. Dalam latihan Ancab tahun 2012 ini 16 ranpur Anoa ikut dalam pendukung latuhan tersebut yang dipusatkan di Baturaja, Lampung, Sumatera Selatan.

Latihan antar kecabangan tahun ini adalah latihan yang pertama kali dilakukan pada tingkat brigade yang digelar oleh TNI AD. Latihan ini diharapkan untuk  meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Latihan tingkat brigade ini dipusatkan di Daerah Baturaja Sematera Selatan dengan melibatkan beberapa Batalyon Infanteri diantaranya  509/9/2 Kostrad, Batalyon Infanteri 514/R/2 Kostrad, Batalyon Infanteri 501/18/Kostrad dengan didukung oleh sejumlah perkuatan lainnya separti  Batalyon perhubungan, Batalyon mekanis, Satgaspen, Satuan Arhanud dan  satuan Armed serta satauan pendukung lainnya.

Menurut rencana perjalan taktis ini akan sampai ke pelabuhan Teluk Panjang pada hari Senin (27/8) untuk bergabung dengan pasukan induk Brigif 9/Kostrad yang terlebih dahulu berangkat dari Tanjung Perak Surabaya pada tanggal Jumaat (24/8). Kemudian di Pelabuhan Panjang akan debarkasi untuk persiapan bergerak secara taktis menuju tempat latihan selanjutnya. (Satgaspen)


     

Kamis, 23 Agustus 2012

PELATIH PENENTU KEBERHASILAN LATIHAN


Keberhasilan suatu latihan sangat ditentukan oleh pelatih. Sehingga seluruh pelatih yang tergabung dalam latihan antar kecabangan tingkat Brigade harus melakukan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggungjawab.

Demikian arahan Dankodiklat Letjen TNI Gatot Nurmantyo kepada Koordinator umum, para pelatih dan penilai serta penyelenggara Latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade Tahun Anggaran 2012 di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja  Sumatera Selatan.

Lebih lanjut Gatot menyatakan bahwa Latihan ini merupakan latihan yang besar, rumit dan memerlukan koordinasi yang ketat, serta menggunakan peluru tajam sehingga semua kegiatan harus direncanakan dan dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya, serta membutuhkan kedisiplinan dan dilakukan secara benar.  Latihan antar kecabangan ini menurutnya sebagai wujud pertanggungjawaban TNI AD kepada seluruh rakyat Indonesia atas anggaran yang digunakan.

Latihan Antar Kecabangan tingkat Brigade yang melibatkan sekitar 4.500 personel ini rencananya akan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, petinggi TNI beserta para tamu undangan pada tanggal 3 September 2012 mendatang. Tema latihan merupakan operasi militer perang untuk menghadapi musuh dari Negara luar, yakni : Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi militer perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selesai memberikan arahan Dankodiklat berserta para Komandan Pusat Kesenjataan dan para Direktur Pembina Kecabangan TNI AD bersama-sama pelaku meninjau langsung medan latihan untuk mengecek kesiapan serta meyakinkan medan latihan yang akan digunakan para pelaku nantinya. (Dispenad)